<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hasanuddin's Weblog [Masih versi Beta :) ]</title>
	<atom:link href="http://hasanuddin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hasanuddin.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Tanpa Batas</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Apr 2008 14:35:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hasanuddin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hasanuddin's Weblog [Masih versi Beta :) ]</title>
		<link>http://hasanuddin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hasanuddin.wordpress.com/osd.xml" title="Hasanuddin&#039;s Weblog [Masih versi Beta :) ]" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hasanuddin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Seri ke 1: Strategic Triangle &#8211; The Mind of Strategist for Enterprenuership</title>
		<link>http://hasanuddin.wordpress.com/2008/01/10/seri-ke-1-strategic-triangle-the-mind-of-strategist-for-enterprenuership/</link>
		<comments>http://hasanuddin.wordpress.com/2008/01/10/seri-ke-1-strategic-triangle-the-mind-of-strategist-for-enterprenuership/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 18:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanuddin.wordpress.com/2008/01/10/seri-ke-1-strategic-triangle-the-mind-of-strategist-for-enterprenuership/</guid>
		<description><![CDATA[Prolog &#8211; Strategi Pemasaran Strategi Pemasaran (Marketing Strategic) berbeda dengan Manajemen Pemasaran (Marketing Management). Strategi Pemasaran lebih banyak berbicara tentang 1. Pelanggan (Berusaha menjawab: siapa dia, apa kebutuhan dan keinginannya), 2. Penawaran (Berusaha menjawab: produk apa yang akan ditawarkan, apa persyaratan Strategi Pemasaran yang saya maksud disini, berbeda dengan Manajemen Pemasaran. Sehingga strategi pemasaran tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanuddin.wordpress.com&amp;blog=1932203&amp;post=7&amp;subd=hasanuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		H1 { margin-bottom: 0.08in } 		H1.western { font-family: "Arial", sans-serif; font-size: 16pt } 		H1.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode"; font-size: 16pt } 		H1.ctl { font-family: "Tahoma"; font-size: 16pt } 	--></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="center">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Prolog &#8211; Strategi Pemasaran</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:0.07in;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Strategi Pemasaran (<em>Marketing Strategic</em>) berbeda dengan Manajemen Pemasaran (<em>Marketing Management</em>). Strategi Pemasaran lebih banyak berbicara tentang 1. Pelanggan (Berusaha menjawab: siapa dia, apa kebutuhan dan keinginannya), 2. Penawaran (Berusaha menjawab: produk apa yang akan ditawarkan, apa persyaratan</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Strategi Pemasaran yang saya maksud disini, berbeda dengan Manajemen Pemasaran. Sehingga strategi pemasaran tidak membicarakan mengenai produk,  promosi, distribusi, dan harga seperti halnya jika kita mendiskusikan atau merancang manajemen pemasaran. Strategi pemasaran lebih banyak membicarakan mengenai siapa pasar (pelanggan) kita dan &#8220;apa&#8221; kebutuhannya, &#8220;apa&#8221; yang bisa kita tawarkan, dan bagaimana &#8220;apa&#8221; yang saya tawarkan lebih baik </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>daripada penawaran orang (perusahaan) lain. Kata kuncinya adalah </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em><span>apa kebutuhannya</span></em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><strong> </strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>dan </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em><span>apa yang ditawarkan</span></em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>.</span></span></p>
<p style="text-indent:0.01in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Mulai kita berbicara sedikit rumit&#8230; tapi saya akan coba sederhanakan mungkin&#8230; </span></p>
<p style="text-indent:0.01in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span id="more-7"></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Proses awal penyusunan strategi sebenarnya berada di dalam pikiran bawah sadar (intuisi) kita dalam merespon apa yang ditangkap oleh panca indera kita, baik hal-hal yang terjadi di masa lalu maupun yang terjadi saat ini, sebagai usaha untuk melihat masa depan. Mengapa bisa melihat masa depan? Sebagian kalangan strategist, berpendapat bahwa kehidupan ini terpola, di dalam kekacauan (</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>chaos</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>) terdapat keteraturan. </span></span></p>
<p style="text-indent:0.01in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Seperti halnya judul diatas </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>The mind of Strategist</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>, strategi pemasaran lebih beroritentasi deduktif dan intuitif. Sehingga intuisi adalah hal yang penting dan utama dalam penyusunan strategi, adapun analisa sifatnya hanya untuk membuktikan apakah intuisinya benar benar atau tidak. Analisa juga digunakan untuk merangsang timbulnya intuisi, dan yang terpenting, memujudkan intuisi itu menjadi kenyataan.</span></span></p>
<p style="text-indent:0.01in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="text-indent:0.01in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><strong>Triangle Strategic</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span> </span></span></p>
<p style="text-indent:0.01in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Direktur Boston Consulting Groups – Jepang, Kenichi Ohmae – Ph.D Tenaga Nuklir- mengamati bagaimana orang Jepang dalam berbisnis. Ohmae mencoba mengambarkan seperti apa bentuk intuisi, yang mengarahkan orang Jepang dalam berbisnis, sehingga mampu membuat Negara Besar seperti Amerika Serikat, mati kutu.</span></p>
<p style="text-indent:0.01in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Ohmae mengambarkan ke dalam satu model yang dia disebut sebagai “</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>Triangle Strategic</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>”. Jika kita pernah membaca buku-buku pemasaran Hermawan Kertajaya, Konsep ini lah yang menjadi acuan utama dari Hermawan Kertajaya. Tidak hanya Hermawan Kertajaya, namun, banyak praktisi dan profesional bisnis yang terinspirasi dari pemikiran </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>Triangle Strategic</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>. Dari amatan pribadi, banyak pengusaha sukses di Indonesia, secara tidak sadar melakukan cara berpikir Triangle Strategic yang terpola dan sistematis</span></span></p>
<p style="text-indent:0.01in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ok, saya coba berusaha menyederhanakan arti dan makna Triangle Strategic (TC). Pada dasarnya, TC berkaitan dengan tiga elemen “C” yang secara kolektif, yaitu 1) Konsumen (C1 = Customer), 2) Perusahaan kita sendiri (C2 = Company), dan 3) Pesaing (C3 = Competitor), ketiganya berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain dalam lingkungan industri tertentu (task environment).</span></p>
<p style="text-indent:0.01in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-size:x-small;"><strong>The Strategic three C’s</strong></span></p>
<p style="text-indent:0.01in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><a title="triangle-3c.jpg" href="http://hasanuddin.files.wordpress.com/2008/03/triangle-3c.jpg"><img src="http://hasanuddin.files.wordpress.com/2008/03/triangle-3c.jpg?w=510" alt="triangle-3c.jpg" /></a></p>
<h1 class="western"><span style="font-size:x-small;"><span><span>Sumber: Kenichi Ohmae (1982), “the Mind of the Strategist: The Art of Japanese Business”, </span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span>New York: McGraw-Hill, Inc., pp. 92.</span></span></h1>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Dalam interaksi tersebut, setiap elemen tersebut mempunyai tujuan dan kebutuhan tertentu dalam bentuk penawaran dan permintaan. Perusahaan maupun pesaing dalam menawarkan produknya akan berusaha menyesuaikan (</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>match</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>) kemampuannya –melalui aktivitas pemasaran– dengan kebutuhan konsumen. Namun, kesesuaian tersebut masih bersifat relatif apabila pesaing mampu memberikan penawaran yang sama atau lebih baik daripada yang ditawarkan perusahaan. Sehingga, perusahaan tidak cukup hanya menyesuaikan kemampuannya dengan kebutuhan konsumen, namun, usaha tersebut harus lebih baik daripada usaha yang dilakukan pesaing dalam memenuhi kebutuhan konsumen.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Selain itu, perubahan lingkungan makro yang signifikan akan mempengaruhi kekuatan elemen </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>Strategic Triangle</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span> dan interaksinya dalam suatu industri tertentu. Implikasi atas perubahan lingkungan dan interaksi tersebut merupakan peluang dan tantangan bagi perusahaan dalam suatu proses yang dinamis. Oleh Hermawan Kertajaya, ditambahkan satu  elemen “C” yang ke 4, yaitu perubahan lingkungan makro (C4 = Change), yang mana Hermawan Kertajaya terinspirasi dari model Subhah Jain. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Implikasi dari strategi pemasaran adalah proses cara berpikir strategis abstrak yang sistematis baik secara intuisi maupun rasional yang terjadi di alam pikir atau benak pemimpin perusahaan. Proses mengkonkretkan dapat dilakukan secara implisit atau informal maupun secara eksplisit atau formal melalui kesatuan hubungan antara keputusan-keputusan yang diambil oleh pemimpin perusahaan. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Seperti halnya strategi perusahaan secara umum, bahwa cara berpikir strategis bersifat situasional atau relatif. Pada saat lingkup perusahaan masih kecil, perusahaan masih sangat fleksibel, dan terkendali. Sehingga, implementasi atas pola pikir strategis pemasaran yang berada dalam “alam pikir” pemimpin perusahaan kepada bagian pelaksana dapat berlangsung cepat dan terkendali. Hal ini terjadi karena faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan tidak terlalu kompleks. Selain itu, rentang struktur organisasi masih pendek sehingga memudahkan koordinasi dan pengarahan secara langsung. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Namun, ketika perusahaan mulai berkembang dengan menambah kapasitas produksi dan memperluas segmen pasar, akan membawa beberapa konsekuensi yang harus dihadapi yaitu keterlibatan pihak-pihak lain, perubahan struktur dan sistem organisasi, efisiensi dan alokasi sumberdaya, maupun konsekuensi lainnya. Konsekuensi tersebut akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan karena semakin banyaknya variabel-variabel yang harus dipertimbangkan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pada situasi tersebut, strategi pemasaran secara formal mempunyai peranan, yaitu:</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">1.   Strategi 	pemasaran sebagai pendukung proses pengambilan keputusan</span></span>;</p>
<p style="margin-left:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Strategi pemasaran memberikan solusi keterbatasan kognitif manusia (pemahaman berdasarkan pengalaman): “rasional yang dibatasi”, yang berarti otak manusia tidak sanggup untuk menyatukan dan menganalisis semua informasi untuk memilih keputusan yang paling rasional. Strategi menentukan suatu pedoman, peraturan, dan kriteria yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Sehingga strategi pemasaran dapat digunakan untuk memudahkan pengambilan keputusan, karena strategi tersebut dapat digunakan untuk membatasi alternatif keputusan yang akan diambil, dan dapat juga digunakan sebagai petunjuk untuk mengurangi usaha pencarian yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dari suatu masalah.</span></span></p>
<p>2.   <span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Strategi 	pemasaran sebagai sarana koordinasi dan komunikasi;</span></span></p>
<p style="margin-left:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Strategi pemasaran dapat digunakan untuk memperoleh konsistensi dalam keputusan yang diambil oleh perusahaan. Sehingga agar strategi pemasaran dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan koordinasi, maka proses strategi harus bertindak sebagai mekanisme komunikasi yang efektif dalam perusahaan melalui dialog diantara para manager dan pimpinan. Salah satu media komunikasi adalah pernyataan misi.</span></span></p>
<p>3.   <span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Strategi 	pemasaran sebagai target</span></span></p>
<p style="margin-left:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Konsep strategi akan digabungkan dengan misi dan visi untuk menentukan di mana perusahaan akan berada dalam masa yang akan datang. Penetapan tujuan tidak hanya dilakukan untuk memberikan arah bagi penyusunan strategi, tapi juga membentuk aspirasi bagi perusahaan. Dengan demikian strategi dapat berperan sebagai target perusahaan.</span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Keputusan strategi pemasaran harus berdasarkan interaksi elemen </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>Strategic Triangle</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span> (3 C’s) dan faktor lingkungan. Adapun keputusan strategi pemasaran, yaitu:</span></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>Where 	to compete,</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span> keputusan dalam memilih pasar sasaran tepat; yang membutuhkan 	definisi pasar atau industri dimana perusahaan (akan) beroperasi;</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>How 	to compete</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>, 	keputusan bagaimana perusahaan merespon persaingan, memilih 	aktivitas pemasaran yang tepat pada pasar sasaran dan berbeda dari 	pesaingnya;</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>When 	to compete</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>, 	keputusan kapan waktu yang tepat dalam merespon persaingan. 	Keputusan pemilihan waktu ditentukan berdasarkan:</span></span></p>
</li>
</ol>
<blockquote><p>a. <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>Market 	knowledge</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>. 	Pengetahuan mengenai kapan kondisi pasar yang paling menguntungkan;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>b. </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>Competition</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>. 	Keputusan berdasarkan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah 	sebagai pemimpin pasar atau penantang; dan jumlah pesaing potensial;</span></span></p>
<p><strong><em>c. Company readiness</em></strong>, Kesiapan perusahaan dalam menghadapi persaingan, berdasarkan informasi internal yaitu kelemahan dan kekuatan perusahaan</p></blockquote>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Implikasi Bisnis Triangle Strategic</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:0.07in;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-left:0.25in;text-indent:0.25in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>An endeavor by a corporation to differentiate itself positively from its competitors, using its relative corporate strengths to better satisfy customer needs in a given environmental setting</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>” (Jain, 2000).</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Implikasi TC dalam menyusun strategi pemasaran (</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>Marketing/business plan</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>):</span></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kemampuan dalam mendefinisikan pasar 	dengan jelas dan tepat. Suatu kemampuan memahami, siapa customer 	kita, apa kebutuhannya, dan kapan serta bagaimana mereka berubah;</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kemampuan dalam menyesuaikan kekuatan 	(kelebihan) perusahaan kita terhadap kebutuhan customer;</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Kemampuan </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>superior 	performance</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span> – relatif dibandingkan pesaing potensialnya- dalam </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>key 	success factors</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span> bisnis.</span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify">
<div><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Formulasi 		Strategi Pemasaran</strong></span></div>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Strategi pemasaran melibatkan semua aspek bisnis dan dibutuhkan pengetahuan, dan pemahaman dampak lingkungan pemasaran terhadap perusahaan untuk memastikan keputusan yang tepat yang akan diambil. </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Konsep </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>Triangle Strategic</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span> merupakan </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>the way of thinking</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span> dalam memformulasikan strategi pemasaran. Konsep tersebut kemudian dikembangkan melalui proses mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan memahami elemen penting dalam formulasi strategi pemasaran. Tujuan proses tersebut adalah mendesain alur informasi yang sistematis dan logis melalui beberapa tahapan analisa untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan dalam menetapkan strategi pemasaran yang tepat.</span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Sedangkan tujuan analisis itu sendiri bukan untuk memberikan jawaban, melainkan membantu lebih memahami hal-hal </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>yang mempengaruhi formulasi strategi pemasaran atau pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah, atau dapat juga digunakan untuk merespon dan menguji intuisi (Grant [1997] dan Ohmae [1982]). Sehingga konsep, kerangka, dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini akan lebih bersifat mendorong dan bukan membatasi inovasi, fleksibilitas, dan peluang.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Adapun tahapan dalam proses formulasi strategi pemasaran:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Tahap 		pengumpulan data.</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span> Analisis pendahuluan merupakan proses pengumpulan data secara sistematis dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi dan menganalisa </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>aspek 		eksternal </em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>dan</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em> internal </em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>yang 		berpengaruh terhadap strategi pemasaran.</span></span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Tahap 		analisis situasi.</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span> Melakukan analisis SWOT untuk memperkirakan situasi bisnis dan posisi perusahaan di masa yang akan datang berdasarkan situasi saat ini. Analisis SWOT dilakukan dengan menganalisa </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em>faktor 		eksternal </em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>dan</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span><em> internal</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>.</span></span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Penetapan 		strategi pemasaran. </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span>Berdasarkan hasil analisis SWOT, kemudian mengidentifikasi dan mengevaluasi beberapa alternatif strategi pemasaran dan memilih strategi pemasaran yang tepat.</span></span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pengembangan strategi pemasaran pada program pemasaran. Mengembangkan strategi pemasaran yang telah ditetapkan dengan menentukan dan menganalisis aspek penting atau batasan sebagai kerangka acuan dalam penyusunan program pemasaran.</span></li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hasanuddin.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hasanuddin.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hasanuddin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hasanuddin.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hasanuddin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hasanuddin.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hasanuddin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hasanuddin.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hasanuddin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hasanuddin.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hasanuddin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hasanuddin.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hasanuddin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hasanuddin.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hasanuddin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hasanuddin.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanuddin.wordpress.com&amp;blog=1932203&amp;post=7&amp;subd=hasanuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanuddin.wordpress.com/2008/01/10/seri-ke-1-strategic-triangle-the-mind-of-strategist-for-enterprenuership/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/754f0271d2c171f12ab40cb16ff9ce0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">udin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanuddin.files.wordpress.com/2008/03/triangle-3c.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">triangle-3c.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>historis Hasanuddin</title>
		<link>http://hasanuddin.wordpress.com/2007/10/17/halo-dunia/</link>
		<comments>http://hasanuddin.wordpress.com/2007/10/17/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2007 19:33:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Saya menggunakan kata &#8220;si Udin&#8221; sebagai nama panggilan di Blog ini. Mungkin kata &#8220;si Udin&#8221; terkesan nama yang udik alias nama kampung . sehingga sebagian orang mungkin merasa malu untuk menggunakannya sebagai nama panggilannya, padahal mungkin di namanya, ada unsur kata &#8220;Udin&#8221;, misalnya: Syamsuddin, Burhanuddin, atau Salahuddin. Tapi bagi saya, kata &#8220;Udin&#8221; lebih terasa jujur, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanuddin.wordpress.com&amp;blog=1932203&amp;post=1&amp;subd=hasanuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menggunakan kata &#8220;si Udin&#8221; sebagai nama panggilan di Blog ini. Mungkin kata &#8220;si Udin&#8221; terkesan nama yang udik alias nama kampung <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . sehingga sebagian orang mungkin merasa malu untuk menggunakannya sebagai nama panggilannya, padahal mungkin di namanya, ada unsur kata &#8220;Udin&#8221;, misalnya: Syamsuddin, Burhanuddin, atau Salahuddin. Tapi bagi saya, kata &#8220;Udin&#8221; lebih terasa jujur, apa adanya, dan yang pasti, cuek&#8230; <span id="more-1"></span> Hasanuddin, itu nama saya. Makassar, itu tempat lahir saya. Nyambung, kan? yup, nama Hasanuddin identik dengan Sultan Hasanuddin, pahlawan dari kota Makassar, yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur. Tapi sumpah, saya nggak ada hubungannya dengan Sultan Hasanuddin <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Katanya sih, orang tuaku, memilih nama Hasanuddin, sama dengan tempat dinasnya Opaku, yaitu Kodam Hasanuddin (sekarang Kodam Wirabuana).</p>
<p><img class="alignright" style="float:right;margin:10px;" src="http://hasanuddin.torajanet.com/wp-content/uploads/2008/04/udin-di-tangga-bromo.jpg" alt="" width="235" height="157" /></p>
<p>Apakah saya orang Makassar? Tidak juga&#8230; Makassar hanya kota numpang lahir. Darah Bugis saya mengalir dari bapak saya, (Alm.) Soedarno Ahmad, sedangkan Ibu saya, Hasanah Mas&#8217;ud, mewariskan darah Arek Ngalam (silahkan tebak sendiri, kota mana tuh).</p>
<p>Saya dulu besar dan sekolah di TK Aisyah, SDN Mangkura III Makassar, SMPN 3 Makassar. Setelah itu migrasi ke kota Malang, untuk melanjutkan sekolah di <a title="Website SMA 1 Malang" href="http://www.sman1-mlg.sch.id/" target="_blank">SMAN 1 Malang</a>. Lulus SMA, rada nggak jelas kuliahnya dimana saja =)) tapi yang pasti, lulus kuliah dari <a title="STIE Malangkucecwara Malang, Jatim" href="http://www.stie-mce.ac.id/" target="_blank">STIE Malangkucecwara Malang</a>. Hampir semua orang tahu, seperti apa lah kampus STIE Mara, biasa disingkat gitu. Kampus Asri, Kampus Kebun Binatang. Selain itu juga lulus dari <a title="Website Resmi MM-UGM Jogja" href="http://www.mmugm.ac.id/" target="_blank">Program Magister Manajemen &#8211; Univ. Gadjah Mada</a>.</p>
<p>Mulai bekerja, lebih tepatnya, mulai berwiraswasta, pas SD di SDN Mangkura, Makassar. Saya dengan temanku, si Anton, kita berdua punya hobby yang sama, bikin komik, yang kita gambar sendiri, kasih dialog sendiri, dan pewarnaan sendiri. Tahu tidak, siapa segmen pasarnya? Kepala Sekolah! he.he. Gokil abis&#8230; udah pasti guru-guru terpaksa beli juga&#8230; laku manis deh&#8230;</p>
<p><img class="alignleft alignnone" style="float:left;border:0;margin:10px;" src="http://hasanuddin.torajanet.com/wp-content/uploads/2008/04/dsc01704-edit-udin.jpg" alt="foto Acha dan bundanya" width="185" height="247" /></p>
<p>Sekarang hidup saya sudah tenang, karena sudah <a title="Website Andra The Backbone" href="http://www.andrathebackbone.com/">&#8220;Sempurna..&#8221;</a> &#8230; artinya sudah genap 100%, karena ada si <a title="Friendster Biniku" href="http://profiles.friendster.com/ynen">Neny</a> di sisiku, sebagai rekan team keluarga Hasanuddin, alias biniku. Sementara, anak masih 1, yaitu putriku bernama <a title="Friendster Cinta keduaku" href="http://profiles.friendster.com/54069192">Abigail Chairunnisa Putri Hasanuddin</a>. Saya sih berharapnya bisa punya anak 7. Tapi sepertinya Istriku rada sewot, kalau aku ngobrolin masalah keinginan punya anak banyak. yahh&#8230;. paling-paling, nunggu kebobolan aja <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Saya punya kredo hidupku:</p>
<blockquote><p>&#8220;Kerja Keras Harus Punya Alasan&#8230; Cinta Harus Punya Rasa&#8230;&#8221; (Pujangga Udin: 2008) he.he.he.</p></blockquote>
<p>Nggak tau, kenapa saya bisa ketemu nama itu&#8230; muncul begitu saja setelah menikah. Tapi saya bisa merasakan makna yang dalam (ciee&#8230; duilee&#8230;).</p>
<p><img class="alignright" style="float:right;border:0;margin:10px;" src="http://hasanuddin.torajanet.com/wp-content/uploads/2008/04/dsc01702-edit-udin1.jpg" alt="Foto di pantai losari" width="294" height="225" /></p>
<p>Hobby? yang pasti bukan menyanyi&#8230; dibayar sejuta pun nggak bakal aku mau nyanyi. [note: kecuali kalau ada dari pembaca blog yang serius mau bayar sejuta, boleh lah aku nyanyi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ) Hobby mendesain. desain apa aja, desain lukisan, desain alur sistem, desain event. Kalau yang berhubungan dengan olah raga, sudah pasti yang berhubungan dengan silat atau beladiri, karena background adalah <a title="Website LSOP Teratai Tunjung" href="http://www.terataitunjung.net/">LSOP Teratai Tunjung</a>, yang dulu disebut dengan PSN Teratai Tunjung. Cukup lama saya belajar ngelmu di Teratai Tunjung, mulai dari tahun 1992 (lokasi SMA 1 Malang) sampai ke lokasi STIE Mara, dan terakhir menjadi salah satu pengembang TT di STIE Mara.</p>
<p>Sekarang kita bertiga (aku, bini dan putriku), sedang berjuang menjalankan bisnis kita, yaitu warnet Torajanet, yang terletak di ruko 03 perum Budi Daya Permai, Jl. Perintis Kemerdekaan km. 12, Makassar, Sulsel. Semoga ini merupakan rejekinya Putri dan Istriku. Saya hanya berusaha untuk menghidupi, dan mencari rejeki keluargaku: rejekiku, rejeki istri dan rejeki anakku.</p>
<p>doain yah&#8230;</p>
<p>Hasanuddin</p>
<p>Kamis, 10 April 2008: 01:12 @torajanet</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hasanuddin.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hasanuddin.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hasanuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hasanuddin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hasanuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hasanuddin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hasanuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hasanuddin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hasanuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hasanuddin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hasanuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hasanuddin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hasanuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hasanuddin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hasanuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hasanuddin.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanuddin.wordpress.com&amp;blog=1932203&amp;post=1&amp;subd=hasanuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanuddin.wordpress.com/2007/10/17/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/754f0271d2c171f12ab40cb16ff9ce0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">udin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanuddin.torajanet.com/wp-content/uploads/2008/04/udin-di-tangga-bromo.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://hasanuddin.torajanet.com/wp-content/uploads/2008/04/dsc01704-edit-udin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto Acha dan bundanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanuddin.torajanet.com/wp-content/uploads/2008/04/dsc01702-edit-udin1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto di pantai losari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
